Sebuah Asa

Goresan tinta : Fauzun Maulana

Angin syahdu malam hari

Yang ditemani remang-remang cahya rembulan

Kini ia tak lagi menerpa

Delima itu tak lagi berubah

Rindangnya pepohonan dan semak belukar

Tergantikan bongkahan baja

Yang menjalar jauh kesana

 

Perlahan memang

Semua berjalan dengan pasti

Api pun padam

Selagi menanti sesuatu yang amat berarti

Nobel pernghargaan semakin marak

Ganasnya ritme persaingan

Enahkan sebuah tekad tujuan

Seperti anak panah

Yang kala itu melayang lurus

Tak usik ada masalah

Sekalipun sebongkah batu berdiri menghadapnya

Terus melaju tanpa hirauan


Komentar